Merdeka! Itu adalah kata yang sangat diidam-idamkan bangsa ini dikala penjajahan dulu. Mereka memperjuangkan kemerdekaan dengan darah dan keringat, tanpa ada kata menyerah, tanpa ada kata pamrih, dan hanya punya satu tujuan, yaitu MERDEKA.
HAPPY BIRTHDAY INDONESIA !!!Proud to be your citizen !!!
Siang itu aku berjalan ke tepian sungai. Lalu kulihat ada beberapa orang anak sedang mencari ikan di parit dekat persawahan.
“Eh! Itu ikannya! Kejer!” teriak seorang anak di ujung parit.
Riuh bunyi air pun terdengar begitu nyaring.
“Dapet!” seorang anak berteriak dengan riangnya.
“Dapet apanya? Itukan daun,” sahut temannya.
Mereka pun tertawa lepas. “Ah, enaknya jadi anak-anak, ngelakuin semuanya seakan ini dunianya sendiri. Kalau sudah besar pasti ga bakalan bisa kaya gini lagi,” pikirku. Lalu, tanpa pikir panjang kupotret mereka yang sedang asik mencari ikan.
Setibanya di rumah, aku pun mencari album foto di lemari. “Akhirnya ketemu juga,” ucapku. Album tersebut terlihat usang dan berdebu sekali. Kubuka album itu, lalu kuamati satu persatu fotonya. Tiba-tiba mataku terhenti pada sebuah foto, sebuah foto yang memuat diriku saat kecil. Di foto itu ada aku yang mengenakan baju tidur dan sedang menenteng sebuah teko. “Lucunya,” pikirku.
Lalu, pikiranku pun melayang ke masa disaat aku masih kanak-kanak. Teringat saat pindahan rumah dulu, aku sedang duduk di atas sandaran kursi dan mengenakan kaos kaki di tangan. Teringat juga saat sampai ke rumah baruku yang dulu. Dan teringat pula saat pertama kali kuberkenalan dengan seorang tetangga yang hingga kini masih menjadi sahabat terbaikku. Hingga saat dimana aku harus pindah rumah lagi, aku berpamitan dengan temanku lewat telepon.
Lalu kututup album itu. “Seandainya bisa balik lagi ke waktu itu,” pikirku polos.
~(‘-.-‘~)
Kenangan adalah sebuah karunia yang tidak ternilai harganya. Tanpa sebuah kenangan manusia tidak dapat belajar mengendalikan emosi. Menurutku belajar mengendalikan emosi di sini, kita bisa belajar mengendalikan emosi dari sisi positif atau negatif dari sebuah kejadian pada kenangan tersebut. Tapi apalah artinya bila sebuah kenangan tidak diabadikan, seperti foto misalnya. Menurutku foto itu seperti pintu kenangan yang bergerak bagaikan efek domino. Efek domino? Iya, karena begitu kita melihat satu foto biasanya kenangan yang lain pasti ikut teringat.
Senin, hari kedua dalam sepekan. Hari pertama masuk kerja serta masuk sekolah. Di seluruh Indonesia dan seluruh dunia tentunya ada banyak orang yang merasa ingin hari Senin ini dihilangkan atau mungkin dimusnahkan selama-lamanya karena hari Senin hari dimana mereka mulai melakukan aktivitas rutinnya kembali. Sebagian dari mereka selalu berkata “I hate Monday”. Tapi, tau gak? Rata-rata orang yang bilang “I hate Monday” adalah orang yang tidak bersyukur atas pekerjaan yang dimilikinya. Mengapa mereka tidak menghargai hari Senin padahal dilain tempat banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan? Oleh karena itu mari mulai sekarang berkata “I like Monday” agar kita lebih bersyukur karena memiliki pekerjaan yang menghasilkan pendapatan sehari-hari atau bersyukur dapat bersekolah dan mencari ilmu.
Hari dimana banyak orang tidak menginginkannya
Hari dimana banyak orang ingin meloncatinya
Hari dimana banyak aktivitas dimulai
Hari dimana banyak orang tidak mensyukuri pekerjaannya
Pagi itu aku diantar oleh kakakku ke depan CSB dengan vespa ungu kesayangan. Saat itu masih jam 4.50 pagi. Suasana masih sepi dan gelap ketika di perjalanan. Tapi sepi itu hilang ketika sudah sampai di depan CSB. “Nasi kuningnya mana?!”, “Eh, pita nyawa saya ketinggalan!”, “Tadi malem nonton bola ga?”, riuh suara peserta Orientasi Lingkungan Sekolah. Aku pun bergegas mencari gugus di mana saya berada. “Udah siap belum semuanya?”, tanya Pak Lurah Gugus B Rangga. “Udah.”, sahut anggota Gugus B.
Kami pun beranjak menuju SMAN 2 Cirebon untuk mengikuti OLS. “Viva Smanda!”, teriak kami setiap bertemu dengan kakak kelas. Padahal kami tidak tahu dia panitia atau bukan. Begitu sampai lapangan kesan pertama yang terasa adalah tegang. Mengapa tegang? Mungkin karena saat itu kami semua tidak atau akan diapakan dan ditambah udara yang masih sejuk (baca: dingin menusuk tulang).
“Seluruh peserta harap berkumpul di lapangan dan buat barisan, CEPAT! Satu! Dua!Tiga....”, sambutan ketika kami baru datang. Seluruh peserta lari tunggang langgang, tapi tetap saja ada yang terlambat. “Sepuluh! Yang telat memisahkan diri, yang telat memisahkan diri!Cepat!”, sambutan kedua bagi yang telat. “Panitia turun!”, sambutan tambahan untuk yang sudah baris terlebih dulu. Kemudian yang telat tadi diminta untuk melakukan konsekuensi yang saat itu jarang kita lakukan, “push up”. “Ayo yang tadi telat semuanya push up! Hitungan ada pada panitia!”, suruh panitia. Kami yang tidak telat merasa sudah lega dan aman, namun kenyataan berkata lain. “Kamu terima temen kamu di-push up?!”, gertak mba-mba panitia. “Ngga mba...”, jawab kami yang ketakutan dengan gertakannya. Tapi entah kenapa semua itu berlalu dengan cepat hingga akhirnya kami diperintahkan sesuatu. “Komando saya ambil alih, seluruhnya! Parade siap gerak!”, komando seorang panitia. Hampir dari semua peserta bingung, apa itu parade siap gerak? Lalu tiba-tiba ada seorang panitia yang menyeletuk, “Sikap parade siap gerak tuh Cuma ngijinin kalian buat napas sama kedip! Itu doang!”. Penjelasan yang mantap, awalnya otakku menerawang yang aneh-aneh. Seperti misalnya, “Kalo parade berarti nanti ada banyak orang yang make baju seragam gitu ya?” atau “Berarti kita boleh loncat-loncatan yang ga jelas gitu dong di pinggr jalan?”. Tapi semua kekeliruan itu hilang, hati pun lega sampai tiba-tiba. “Yudhis!”, sahut seseorang. “Siap!”, menjawab dengan setengah rasa kaget. “Loh kenapa kamu ngejawab?! Inget sikap parade tuh apa?!”, sahutnya. “Gak boleh gerak mas!”, jawabku. “Loh?! Kamu kok jawab? Itukan sama aja gerak!”. Aku pun terdiam karena baru sadar hal itu dan memikirkan sesuatu, “Kalo udah tau lagi parade ngapain manggil!”. Panitia yang tadi pun pergi menjauh. Aku pun melirik sekitar, banyak yang dicerca agar dapat berargumen dengan baik. Tapi apa daya, “kan lagi sikap parade”.
Lalu, “Parade selesai, balik kanan gerak!”. Tak lama kemudian, “Parade siap gerak!”. Dan, “Yudhis! Kenapa kamu gak jawab?!”. Aku pun jawab, “Kan lagi sikap parade”.
Kata parade adalah kata yang asing buat sekolah lain. Tapi tidak untuk Smanda, dan masih banyak lagi hal-hal aneh dan unik yang hanya ada di Smanda. Cuma sayang tema hari ini cuma “PARADE”. Sebuah tema yang begitu sempit dan sangat objektif. Tapi hal inilah yang membuat suatu karangan menjadi berbeda dan memiliki ciri khas karena kita diharuskan memutar otak untuk membuat sebuah karangan yang tidak melenceng dari tema yang ditentukan. Oleh karena itu kita harus PARADE kepada sebuah tujuan . Hehe...
Pita nyawa, kenapa disebut pita nyawa? Apa karena awalnya pita itu dipake sama Samson di rambutnya? Terus ga sengaja itu pita ikut kepotong sama rambutnya pas Delilah disuruh sama tokoh antagonis buat motong rambutnya Samson? Abis itu dia jadi lemes bin lemu seperti tak bernyawa? Oke, saya tahu analogi ini jauh dari kata masuk akal. Jadi inilah yang mungkin sebenarnya terjadi...
Suatu hari di siang yang terik, berkumpul gerombolan anak-anak berusia 14 sampai 16 tahun berwarna serba ungu. Kala itu ada seorang anak bernama Beni Rachmadi Setyono Ahmad Suseno Pambudiluhur, panggil saja dengan nama Kevin. Ia sedang tidur di lapangan yang panasnya ga kira-kira. Lalu, “Kevin!”, sahut mas-mas yang make name tag warna biru.”Siap!”, jawab Kevin dengan tampang lesu. “Kamu ngapain tiduran di sini?”, tanya mas-mas tadi. “Pita nyawanya saya ilang mas, jadi saya tadi disuruh jadi mayat”, jawab Kevin. “Loh? Kamu terima diginiin? Temen kamu ga ada yang bela?!”, mas-mas yang tadi nanya lagi. Kevin dengan gagap menjawab, “Siap! Saya tidak terima mas! Temen saya ada yang bela. Cuma saya...”. “Cuma apa?! Takut!? Udah cepet tiduran lagi, kamu udah dianggep mati!”, perintahnya. ”Siap!”, sahut Kevin.
Nah, mungkin itulah asal muasal “Pita Nyawa”. Emang agak nyeleneh ceritanya, tapi ya seenggaknya bisa rasa penasaran kita hilang sepersen.
Tapi ingat! Anggaplah pita nyawa itu sebagai sebuah tanggung jawab, karena pita nyawa ini sama halnya seperti jubahnya para pesulap dimana mereka menyembunyikan rahasia sulapnya. Jika pita nyawa ini hilang maka semuanya akan terhenti begitu saja, seperti tukang sulap yang hanya duduk termangu karena tidak dapat melakukan trik-triknya lagi karena jubahnya hilang.Contoh misalnya si A diberikan tugas untuk menjaga sebuah telur ayam untuk ditetaskan, agar telur ayam itu dapat ditetaskan maka harus dimasukkan ke dalam ruang inkubasi selama 21 hari. Si A pun memasukkan telur itu ke ruang inkubasi, ia pun pergi selama 20 hari untuk liburan agar membuat hari demi hari terasa lebih cepat. Ketika ia pulang dan melihat ruang inkubasi dimana telur tersebut disimpan, ia pun menangis karena telah melepas tanggung jawabnya sehingga telur ayam tersebut tidak menetas. Tapi sebenarnya apa sih yang terjadi? Ternyata lampu pengeraman pada ruang inkubasi putus saat hari ke 19. Nah, disinilah sebenarnya tanggung jawab diperlukan. Jadi, jangan seperti Kevin yang pasrah dengan nasibnya karena pita nyawanya hilang. Atau si A yang melepas tanggung jawabnya begitu saja. Jadilah pribadi yang tidak akan pernah melepas tanggung jawabnya sebagai manusia.
Kenapa gue ngebuat postingan ini?
Dan apa tujuannya?
Oke, sebenernya karena gue kemaren baru ngerasain hal itu. Pasti dipikirnya becanda, ya kan?! Tentunya ini serius!
Jadi gini ceritanya *layarbergantidisertaikerlapkerlipbintangdadakan
Hari Minggu kemaren gue ada rencana maen futsal sama kelas sebelah. So, gue udah masang alarm stengah 6 pagi. Pas bangun besoknya gue ngelakuin hal-hal yang seperti biasanya gue lakuin, yaitu tidur lagi *dodoldasar. Gue bangun lagi sekitar jam 6 kurang. Nah baru deh gue ngeberesin barang-barang buat futsal. Tapi yang keinget sampai sekrang barang yang gue beresin waktu itu perasaan cuma masukin air ke botol minum. Dan tiba-tiba gue udah ada di tempat tidur pada jam stengah 1 tepatnya. Lalu ibu gue nanyain banyak hal, tau deh nanya apa lupa soalnya hehe. Dan katanya gue kena amnesia ringan *buseeet. Biarpun amnesia ringan kan tetep aja kagak lucu yang namanya amnesia tuh. Singkat cerita gue langsung online ke FB (Fat Bathtube *ngaco) dan nanya ke temen tentang amnesia ini. Ternyata temen gue responnya bikin gue makin bingung. Besoknya atau hari ini tepatnya temen gue dateng ngejenguk dan ternyata hal yang sebenrnya terjadi adalah "kamu tuh kepalanya kebentur lapangan gara-gara kakinya disikat sama lawan", ya ampun serem banget pikir gue. Yah, seenggaknya gue sekarang udah sehat wal'afiat, untung yang gue lupain cm kejadian yang menyenangkannya doang. Fiuuuuh...
Btw, temen gue tadi bilang abis kepal gue kebentur, gue mainnya makin jago, beuh! Semoga hal itu masih berlanjut sesudah gue sembuh hehe :D
You would not believe your eyes
If ten million fireflies
Lit up the world as I fell asleep
'Cause they'd fill the open air
And leave teardrops everywhere
You'd think me rude
But I would just stand and stare
I'd like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It's hard to say that I'd rather stay
Awake when I'm asleep
'Cause everything is never as it seems
'Cause I'd get a thousand hugs
From ten thousand lightning bugs
As they tried to teach me how to dance
A foxtrot above my head
A sock hop beneath my bed
A disco ball is just hanging by a thread
I'd like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It's hard to say that I'd rather stay
Awake when I'm asleep
'Cause everything is never as it seems
When I fall asleep
Leave my door open just a crack
(Please take me away from here)
'Cause I feel like such an insomniac
(Please take me away from here)
Why do I tire of counting sheep
(Please take me away from here)
When I'm far too tired to fall asleep
To ten million fireflies
I'm weird 'cause I hate goodbyes
I got misty eyes as they said farewell
But I'll know where several are
If my dreams get real bizarre
'Cause I saved a few and I keep them in a jar
I'd like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It's hard to say that I'd rather stay
Awake when I'm asleep
'Cause everything is never as it seems
When I fall asleep
I'd like to make myself believe
That planet Earth turns slowly
It's hard to say that I'd rather stay
Awake when I'm asleep
'Cause everything is never as it seems
When I fall asleep
I'd like to make myself believe
That planet earth turns slowly
It's hard to say that I'd rather stay
Awake when I'm asleep
Because my dreams are bursting at the seams
Here it comes,
can't you see,
that we're tough guys, and we have feelings.
take my hand,
close your eyes,
with you right here, Im a shed a tear and
Cry,
Don't be afraid to cry,
you can still be a manly guy.
just cry,
dont be afraid to cry,
let it free fall from your eyes.
wake up, see a sunrise,
let it free fall from your eyes.
start my day, and I read a sunny,
got a soft cheek with a tear on it.
step out and the skies are clear,
I'm a man, and I have no fear.
take a step, and I land in crap,
I let it out, no holding back
Here it comes,
can't you see,
that we're tough guys, and we have feelings.
take my hand,
close your eyes,
with you right here, i might shed a tear and
cry,
dont be afraid to cry,
you can still be a manly guy.
just cry,
dont be afraid to cry,
let it free fall from your eyes
Baby, we can go out on a first date,
but you come and pick me up half an hour late.
now I'm not gonna lie, that you almost made me cry,
but I'm a masculin guy, I'll be okay, yeah.
your place, toy story 3
the greatest all time kids movie,
but I forgot, Andy leaves Woody,
and now the tears are coming right back over me
Here it comes,
can't you see,
that we're tough guys, and we have feelings.
take my hand,
close your eyes,
with you right here, i might shed a tear and
cry,
dont be afraid to cry,
you can still be a manly guy.
just cry,
dont be afraid to cry,
let it free fall from your eyes