1 Juli 2011

Kan Lagi Sikap Parade



Pagi itu aku diantar oleh kakakku ke depan CSB dengan  vespa ungu kesayangan. Saat itu masih jam 4.50 pagi. Suasana masih sepi dan gelap ketika di perjalanan. Tapi sepi itu hilang ketika sudah sampai di depan CSB. “Nasi kuningnya mana?!”, “Eh, pita nyawa saya ketinggalan!”, “Tadi malem nonton bola ga?”, riuh suara peserta Orientasi Lingkungan Sekolah. Aku pun bergegas mencari gugus di mana saya berada. “Udah siap belum semuanya?”,  tanya Pak Lurah Gugus B Rangga. “Udah.”, sahut anggota Gugus B.

Kami pun beranjak menuju SMAN 2 Cirebon untuk mengikuti OLS. “Viva Smanda!”, teriak kami setiap bertemu dengan kakak kelas. Padahal kami tidak tahu dia panitia atau bukan. Begitu sampai lapangan kesan pertama yang terasa adalah tegang. Mengapa tegang? Mungkin karena saat itu kami semua tidak atau akan diapakan dan ditambah udara yang masih sejuk (baca: dingin menusuk tulang).

“Seluruh peserta harap berkumpul di lapangan dan buat barisan, CEPAT! Satu! Dua!Tiga....”, sambutan ketika kami baru datang. Seluruh peserta lari tunggang langgang, tapi tetap saja ada yang terlambat. “Sepuluh! Yang telat memisahkan diri, yang telat memisahkan diri!Cepat!”, sambutan kedua bagi yang telat. “Panitia turun!”, sambutan tambahan untuk yang sudah baris terlebih dulu. Kemudian yang telat tadi diminta untuk melakukan konsekuensi yang saat itu jarang kita lakukan, “push up”. “Ayo yang tadi telat semuanya push up! Hitungan ada pada panitia!”, suruh panitia. Kami yang tidak telat merasa sudah lega dan aman, namun kenyataan berkata lain. “Kamu terima temen kamu di-push up?!”, gertak mba-mba panitia. “Ngga mba...”, jawab kami yang ketakutan dengan gertakannya. Tapi entah kenapa semua itu berlalu dengan cepat hingga akhirnya kami diperintahkan sesuatu. “Komando saya ambil alih, seluruhnya! Parade siap gerak!”, komando seorang panitia. Hampir dari semua peserta bingung, apa itu parade siap gerak? Lalu tiba-tiba ada seorang panitia yang menyeletuk, “Sikap parade siap gerak tuh Cuma ngijinin kalian buat napas sama kedip! Itu doang!”. Penjelasan yang mantap, awalnya otakku menerawang yang aneh-aneh. Seperti misalnya, “Kalo parade berarti nanti ada banyak orang yang make baju seragam gitu ya?” atau “Berarti kita boleh loncat-loncatan yang ga jelas gitu dong di pinggr jalan?”. Tapi semua kekeliruan itu hilang, hati pun lega sampai tiba-tiba. “Yudhis!”, sahut seseorang. “Siap!”, menjawab dengan setengah rasa kaget. “Loh kenapa kamu ngejawab?! Inget sikap parade tuh apa?!”, sahutnya. “Gak boleh gerak mas!”, jawabku. “Loh?! Kamu kok jawab? Itukan sama aja gerak!”. Aku pun terdiam karena baru sadar hal itu dan memikirkan sesuatu, “Kalo udah  tau lagi parade ngapain manggil!”. Panitia yang tadi pun pergi menjauh. Aku pun melirik sekitar, banyak yang dicerca agar dapat berargumen dengan baik. Tapi apa daya, “kan lagi sikap parade”. 

Lalu, “Parade selesai, balik kanan gerak!”. Tak lama kemudian, “Parade siap gerak!”. Dan, “Yudhis! Kenapa kamu gak jawab?!”.  Aku pun jawab, “Kan lagi sikap parade”.


Kata parade adalah kata yang asing buat sekolah lain. Tapi tidak untuk Smanda, dan masih banyak lagi hal-hal aneh dan unik yang hanya ada di Smanda. Cuma sayang tema hari ini cuma “PARADE”. Sebuah tema yang begitu sempit dan sangat objektif. Tapi hal inilah yang membuat suatu karangan menjadi berbeda dan memiliki ciri khas karena kita diharuskan memutar otak untuk membuat sebuah karangan yang tidak melenceng dari tema yang ditentukan. Oleh karena itu kita harus PARADE kepada sebuah tujuan . Hehe...
»»  Read more...?

30 Juni 2011

Pita Nyawa



Pita nyawa, kenapa disebut pita nyawa? Apa karena awalnya pita itu dipake sama Samson di rambutnya? Terus ga sengaja itu pita ikut kepotong sama rambutnya pas Delilah disuruh sama tokoh antagonis buat motong rambutnya Samson? Abis itu dia jadi lemes bin lemu seperti tak bernyawa? Oke, saya tahu analogi ini jauh dari kata masuk akal. Jadi inilah yang mungkin sebenarnya terjadi...

Suatu hari di siang yang terik, berkumpul gerombolan anak-anak berusia 14 sampai  16 tahun berwarna serba ungu.  Kala itu ada seorang anak bernama Beni Rachmadi Setyono Ahmad Suseno Pambudiluhur, panggil saja dengan nama Kevin. Ia sedang tidur di lapangan yang panasnya ga kira-kira. Lalu, “Kevin!”, sahut mas-mas yang make name tag warna biru.”Siap!”, jawab Kevin dengan tampang lesu. “Kamu ngapain tiduran di sini?”, tanya mas-mas tadi. “Pita nyawanya saya ilang mas, jadi saya tadi disuruh jadi mayat”, jawab Kevin. “Loh? Kamu terima diginiin? Temen kamu ga ada yang bela?!”, mas-mas yang tadi nanya lagi. Kevin dengan gagap menjawab, “Siap! Saya tidak terima mas! Temen saya ada yang bela. Cuma saya...”. “Cuma apa?! Takut!? Udah cepet tiduran lagi, kamu udah dianggep mati!”, perintahnya. ”Siap!”, sahut Kevin.
Nah, mungkin itulah asal muasal “Pita Nyawa”. Emang agak nyeleneh ceritanya, tapi ya seenggaknya bisa rasa penasaran kita hilang sepersen.

Tapi ingat! Anggaplah pita nyawa itu sebagai sebuah tanggung jawab, karena pita nyawa ini sama halnya seperti  jubahnya para pesulap dimana mereka menyembunyikan rahasia sulapnya. Jika pita nyawa ini hilang maka semuanya akan terhenti begitu saja, seperti tukang sulap yang hanya duduk termangu karena tidak dapat melakukan trik-triknya lagi karena jubahnya hilang.Contoh misalnya si A diberikan tugas untuk menjaga sebuah telur ayam untuk ditetaskan, agar telur ayam itu dapat ditetaskan maka harus dimasukkan ke dalam ruang inkubasi selama 21 hari. Si A pun memasukkan telur itu ke ruang inkubasi, ia pun pergi selama 20 hari untuk liburan agar membuat hari demi hari terasa lebih cepat. Ketika ia pulang dan melihat ruang inkubasi dimana telur tersebut disimpan, ia pun menangis karena telah melepas tanggung jawabnya sehingga telur ayam tersebut tidak menetas. Tapi sebenarnya apa sih yang terjadi? Ternyata lampu pengeraman pada ruang inkubasi putus saat hari ke 19. Nah, disinilah sebenarnya tanggung jawab diperlukan. Jadi, jangan seperti Kevin yang pasrah dengan nasibnya karena pita nyawanya hilang. Atau si A yang melepas tanggung jawabnya begitu saja. Jadilah pribadi yang tidak akan pernah melepas tanggung jawabnya sebagai manusia.

VIVA SMANDA!
»»  Read more...?

23 Mei 2011

Hilang Ingatan ?!

Kenapa gue ngebuat postingan ini?
Dan apa tujuannya?
Oke, sebenernya karena  gue kemaren baru ngerasain hal itu. Pasti dipikirnya becanda, ya kan?! Tentunya ini serius!
Jadi gini ceritanya *layarbergantidisertaikerlapkerlipbintangdadakan
Hari Minggu kemaren gue ada rencana maen futsal sama kelas sebelah. So, gue udah masang alarm stengah 6 pagi. Pas bangun besoknya gue ngelakuin hal-hal yang seperti biasanya gue lakuin, yaitu tidur lagi *dodoldasar. Gue bangun lagi sekitar jam 6 kurang. Nah baru deh gue ngeberesin barang-barang buat futsal. Tapi yang keinget sampai sekrang barang yang gue beresin waktu itu perasaan cuma masukin air ke botol minum. Dan tiba-tiba gue udah ada di tempat tidur pada jam stengah 1 tepatnya. Lalu ibu gue nanyain banyak hal, tau deh nanya apa lupa soalnya hehe. Dan katanya gue kena amnesia ringan *buseeet. Biarpun amnesia ringan kan tetep aja kagak lucu yang namanya amnesia tuh. Singkat cerita gue langsung online ke FB (Fat Bathtube *ngaco) dan nanya ke temen tentang amnesia ini. Ternyata temen gue responnya bikin gue makin bingung. Besoknya atau hari ini tepatnya temen gue dateng ngejenguk dan ternyata hal yang sebenrnya terjadi adalah "kamu tuh kepalanya kebentur lapangan gara-gara kakinya disikat sama lawan", ya ampun serem banget pikir gue. Yah, seenggaknya gue sekarang udah sehat wal'afiat, untung yang gue lupain cm kejadian yang menyenangkannya doang. Fiuuuuh...
Btw, temen gue tadi bilang abis kepal gue kebentur, gue mainnya makin jago, beuh! Semoga hal itu masih berlanjut sesudah gue sembuh hehe :D
»»  Read more...?